Jumat, 14 Januari 2011

Be Your Self !!!

Kita sering mendengar kalimat populer “Be Your Self!”, apa yang ada di benak kita ketika mendengar kalimat tersebut? Apakah arti menjadi diri sendiri? Banyak orang mengartikan kalimat be your self dengan pemahaman yang keliru. Indiyati Oetomo, International Director of John Robert Powers berkata bahwa be your self tidak hanya cukup menjadi diri sendiri. Karena menjadi diri sendiri bisa positif, tapi bisa juga negatif. Ada orang yang berprinsip, saya adalah saya, mau diterima ya begini, nggak mau ya sudah. Akhirnya, justru sisi negatiflah yang menonjol.
Menurut pemahaman saya, kalimat be your self atau menjadi diri sendiri berbicara tentang 3 hal penting tentang diri kita.
Yang pertama, menjadi diri sendiri berarti mengenal diri kita dengan benar. Kita harus tahu persis seperti apa diri kita di hadapan Tuhan. Kita harus tahu bahwa kita adalah ciptaan Tuhan yang mulia, berharga dan diciptakan dengan tujuan yang jelas. Kita harus tahu apa kelebihan kita dan apa kelemahan kita. Kegagalan yang paling fatal adalah di saat kita gagal mengenal siapa diri kita sendiri dengan benar.
Yang kedua, menjadi diri sendiri berarti kita berani mempertahankan keunikan yang ada pada diri kita. Sayangnya banyak orang justru ingin menjadi imitasi daripada original. Buktinya banyak orang selalu meniru-niru orang lain. Dalam dunia bisnis, meniru kesuksesan orang lain adalah hal yang positif, tapi itu bukan berarti kita meninggalkan keaslian atau keunikan yang ada pada diri kita. Ingatlah bahwa Tuhan menciptakan kita unik dan berbeda dari yang lain supaya kita mempertahankan keunikan kita. Alangkah bijaknya jika kita menggunakan keunikan kita tersebut sebagai salah satu modal untuk mencapai kesuksesan.
Yang ketiga, menjadi diri sendiri berarti kita memaksimalkan keunikan yang ada pada diri kita. Tentu keunikan dalam konteks ini adalah keunikan secara positif. Misalnya kita memiliki cara berpikir yang kreatif, pembawaan diri yang kreatif dan cara kerja yang kreatif, yang berbeda dari kebanyakan orang, lalu maksimalkanlah itu. Berani tambil beda, mengapa tidak? Be your self!
Be your self tidak hanya cukup menjadi diri sendiri, melainkan memaksimalkan keunikan positif diri kita.


Selasa, 11 Januari 2011

Jesus is My Boss..!!!

Jesus is my Boss. Judul yang asyik sekaligus menarik. Mengingatkan kepada kita, bahwa di dalam Alkitab, Tuhan beberapa kali digambarkan sebagai seorang pengusaha atau pemilik, dengan kata lain, Tuhan juga adalah sosok Bos yang sempurna. Dari hal ini kita bisa belajar meneladani bagaimana cara kita bertindak dalam dunia kerja seperti yang Bos kita di surga melakukannya.
Boss
Bos kita rajin bekerja. Bos kita tidak hanya duduk santai di singgasanaNya saja, sebaliknya sampai detik ini Ia terus bekerja. Mengatur jagat raya, menjaga kelangsungan alam dan selalu menyatakan pemeliharaan serta pertolonganNya bagi kita. Jika Bos kita di surga bekerja, sudah seharusnya kita juga bekerja. Bekerja, tanpa harus kecanduan kerja. Tahu waktu untuk istirahat, karena Bos kita juga beristirahat setelah enam hari menciptakan alam ini. Itu juga berarti bahwa Bos kita pakarnya me-manage waktu, kitapun harusnya bisa mengatur dan memprioritaskan waktu dengan baik.
Bos kita memiliki sikap positif yang sempurna. Ia tidak pernah menyerah. Lihat saja perumpamaan tentang seorang gembala yang kehilangan satu dombanya atau seperti seorang perempuan yang kehilangan satu keping uang yang dimilikinya. Tak akan menyerah sebelum yang hilang ditemukan! Bukankah dalam bekerja sudah seharusnya kita ulet, optimis, tak kenal menyerah, dan memiliki semangat kuat?
Bos kita sangat bijak dan sangat adil dalam setiap keputusanNya. Bos kita tidak pernah bekerja sendiri, Ia selalu bermitra dengan kita menjadi satu tim. Bos kita tidak pernah sewenang-wenang, bahkan pekerja yang masuk jam 5 sore pun diberi upah sehari kerja. Bos kita tidak menggelapkan pajak, Yesus sudah memberi contoh yang jelas soal itu. Bos kita tidak pernah berbuat curang. Ia jujur, bahkan untuk dosa sekecil apapun, Ia tidak pernah kompromi.
Kita ingin sukses? Mari teladani Bos kita. Jadilah pebisnis atau pemimpin yang bijak dan adil. Bangunlah sebuah tim yang kuat untuk mencapai kesuksesan bersama. Jangan bertindak sewenang-wenang dengan bawahan kita, hormati mereka, sebab tanpa mereka kita tidak akan bisa sukses. Bekerjalah dengan jujur, tidak curang dan mengedepankan integritas!
Teladanilah Bos kita di surga dalam dunia kerja.

Kerjasama (Teamwork)

Kerjasama
Saya selalu berpikir bahwa sebuah tim olahraga yang bertaburan dengan bintang, pasti akan mendulang sukses dan menjadi juara. Memang tak dapat disangkal lagi bahwa kemampuan dan keahlian individu sangat berpengaruh pada potensi tim, namun ternyata itu bukan segala-galanya. Ada satu hal lagi yang lebih penting dari pada sekedar skill individu, yaitu kerja sama dalam tim!
Bagi Anda yang suka sepak bola, mungkin masih membekas kuat di benak kita kejuaraan euro-champion pada tahun 2004. Sang juara bukanlah Italia, Inggris, Perancis, Belanda ataupun Spanyol yang bertebaran bintang, tapi justru Yunani yang sama sekali tidak diperhitungan dan dianggap sebagai tim underdog. Tidak salah juga jika tim Yunani sama sekali tidak diperhitungkan, sebab mereka memang tak punya pemain yang sangat menonjol, namanya saja kita hampir-hampir tidak pernah mendengarnya. Lalu apa kunci kesuksesan mereka sehingga mereka berhasil mempecundangi tim-tim unggulan? Kerja sama tim!
Untuk meraih kesuksesan, kerja tim yang solid mutlak diperlukan. Jika tak ada kerja sama yang bagus, ini akan sangat memperlambat kinerja keseluruhan. Menjadi tugas seorang pemimpin untuk membuat sebuah tim kerja yang solid, ini akan berdampak besar bagi kemajuan perusahaan. Saya cuplikan kata-kata bagus dari Michael Jordan, bintang NBA , "Ada banyak tim dalam setiap olahraga yang memiliki pemain-pemain hebat tetapi tidak pernah memenangkan pertandingan. Seringkali, pemain-pemain tersebut tidak mau berkorban untuk kebesaran tim yang lebih baik. Hal yang menggelikan adalah, pada akhirnya keengganan mereka untuk berkorban hanya membuat tujuan-tujuan pribadi lebih sulit dicapai. Satu hal yang saya percayai adalah jika Anda berpikir dan mencapai sesuatu sebagai sebuah tim, penghormatan pribadi akan datang dengan sendirinya.” Kerja sama tim itu kunci kesuksesan kita. Unsur individu memang penting, namun tidak ada yang bisa menggantikan kerja sama tim!
Satu orang dapat menjadi unsur dalam sebuah tim, tetapi satu orang tidak dapat membuat tim.

Senin, 10 Januari 2011

Berdirilah Teguh

Hari ini kita memasuki hari keempat di tahun 2011. Tahun ini bagi sebagian orang adalah tahun kebangkitan karena ada yang percaya bahwa tahun ini perekonomian akan semakin membaik, peluang-peluang usaha akan semakin terbuka, pertumbuhan ekonomi akan semakin baik. Dilain pihak bagi sebagian orang tahun ini tidak jauh beda dengan tahun lalu, tahun yang penuh susah dan bencana.
Saudaraku, bagi kita umat Tuhan yang menyerahkan hidup kedalam tangan Tuhan, kita tidak perlu kuatir dan takut akan hari esok. Apakah itu tahun baik ataupun tahun tidak baik, bagi kita adalah tahun pengucapan syukur. Kita wajib bersyukur atas apapun keadaan yang akan terjadi pada tahun 2011 ini. Apakah hal itu baik ataupun tidak maka kita harus mengucap syukur senantiasa.
Mengapa kita harus mengucap syukur? Itu karena sebagai orang yang percaya dan mengandalkan Tuhan, kita harus menyadari bahwa apapun yang terjadi Tuhan pasti mempunyai maksud dan tujuan yang baik bagi kita.
Roma 8:28  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 

Jadi saudaraku, melalui ayat ini kita melihat bahwa tidak ada sesuatupun yang terjadi kebetulan. Apapun yang terjadi semuanya atas seijin dari Tuhan karena Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, untuk mendatangkan kebaikan bagi kita, tetapi sebaliknya untuk mendatangkan malapetaka bagi orang fasik.
Oleh sebab itu saudaraku, berdirilah teguh, jangan kuatir akan apa yang akan kita hadapi tahun 2011 ini sebab apapun itu yang akan terjadi pasti akan mendatangkan kebaikan bagi kita umat pilihan-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin


Rabu, 13 Oktober 2010

Rawan Gangguan Jiwa karena Rokok

HATI-HATI BRO & SISTA...
 
Hati-hati, rokok ternyata bukan hanya menyebabkan gangguan kesehatan secara fisik, tetapi juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental. Menurut sebuah penelitian, 14 persen perokok dirawat karena gangguan kesehatan mental. Selain itu, 50 persen perokok minum minuman beralkohol lebih banyak dari batas yang disarankan.

Secara fisik, perokok juga lebih berisiko tinggi menderita gangguan jantung, gangguan pernafasan, dan arthitis daripada mereka yang tidak merokok. Penelitian juga menunjukkan bahwa perokok memiliki gaya hidup yang lebih tidak sehat dibanding bukan perokok atau mereka yang sudah berhenti merokok. Sebanyak 35 persen dari perokok adalah peminum berat. Kecenderungan itu terutama pada pria.


Menurut penilitian, perokok perempuan lebih rentan. Kemungkinan perokok perempuan menjalani perawatan hampir dua kali lipat daripada pria, yakni sekitar 18 persen, sedangkan pria 10 persen. Penelitian dilakukan oleh peneliti dari Cardiff Institute of Society and Health di Cardiff University dan Ash Wales. Dr. Sarah Whitehead yang memimpin tim, melakukan penelitian terhadap terhadap 13.000 perokok, mantan perokok dan mereka yang tak pernah merokok._(liputan6)

Minggu, 10 Oktober 2010

Perjalanan Suku Dayak


SEKEDAR SHARING & MEREVIEW SEJARAH PERJALANAN PERSATUAN DAYAK

Pertemuan Kuala Kapuas, 14 Juni 1893 membahas:
1. Memilih siapa yang berani dan sanggup menjadi ketua dan sekaligus sebagai tuan rumah untuk menghentikan 3 H (Hokanyou=Saling mengayau, Hobunu’=saling membunuh, dan Hotohtok=Saling memotong kepala musuhnya).
2. Merencanakan di mana tempat perdamaian itu.
3. Kapan pelaksanaan perdamaian itu.
4. Berapa lama sidang damai itu bisa dilaksanakan.
5. Residen Banjar menawarkan siapa yang bersedia menjadi tuan rumah dan menanggung beaya pertemuan. Damang Bahtu’ menyanggupi. Karena semua yang hadir juga tahu bahwa Damang Bahtu’ memiliki wawasan yang luas tentang adat-istiadat yang ada di Kalimantan pada waktu itu, maka akhirnya semua yang hadir setuju dan ini disyahkan oleh Residen Banjar.

Lalu disepakati bahwa:

1. Pertemuan damai akan dilaksanakan di Lovu’ (kampung) Tumbang Anoi, yaitu di Betang tempat tinggalnya Damang Bahtu’.
2. Diberikan waktu 6 bulan bagi Damang Bahtu’ untuk mempersiapkan acara.
3. Pertemuan itu akan berlangsung selama tiga bulan lamanya.
4. Undangan disampaikan melalui tokoh/kepala suku masing-masing daerah secara lisan sejak bubarnya rapat di Tumbang Kapuas.
5. Utusan yang akan menghadiri pertemuan damai itu haruslah tokoh atau kepala suku yang betul-betul menguasai adat-istiadat di daerahnya masing-masing.
6. Pertemuan Damai itu akan di mulai tepat pada tanggal 1 Januari 1894 dan akan berakhir pada tanggal 30 Maret 1894.

Pertemuan Damai dari 1 Januari 1894 hingga 30 Maret 1894, di Rumah Betang Damang Bahtu’ di Tumbang Anoi. Dalam pertemuan Damai itu, dengan keputusan:

1. Menghentikan permusuhan antar sub-suku Dayak yang lazim di sebut 3H (Hokanyou =saling mengayau, Hobunu’ = saling membunuh, dan Hotohtok = saling memotong kepala) di Kalimantan (Borneo pada waktu itu).
2. Menghentikan sistem Jihpon Kopali’ (hamba atau budak belian) dan membebaskan para Jihpon dari segala keterikatannya dari Tepui (majikannya) sebagai layaknya kehidupan anggota masyarakat lainnya yang bebas.
3. Menggantikan wujud Jihpon yang dari manusia dengan barang yang bisa di nilai seperti bolanga’ (tempayan mahal atau tajau), halamaung, lalang, tanah / kebun atau lainnya.
4. Menyeragamkan dan memberlakukan Hukum Adat yang bersifat umum, seperti : bagi yang membunuh orang lain maka ia harus membayar Sahiring (sanksi adat) sesuai ketentuan yang berlaku. pada yang digunakan lawan­nya manu­sia.
5. Memutuskan agar setiap orang yang membunuh suku lain, ia harus membayar Sahiring sesuai dengan putusan sidang adat yang diketuai oleh Damang Bahtu’. Semuanya itu harus di bayar langsung pada waktu itu juga, oleh pihak yang bersalah.
7. Menata dan memberlakukan adat istiadat secara khusus di masing-masing daerah, sesuai dengan kebiasaan dan tatanan kehidupan yang di anggap baik.

Selasa, 07 September 2010

Kebutuhan Yang Tercukupi


“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Mat 6:25-33
Makanan, minuman, tempat tinggal, pekerjaan, pakaian dan masih banyak lagi, merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Semua orang bekerja keras untuk dapat memenuhi setiap kebutuhannya. Manusia berpikir bahwa asal mempunyai cukup uang atau kalau bisa berlebih, maka semuanya akan menjadi beres. Tetapi seringkali tidak disadari bahwa ketika sudah mempunyai sejumlah uang, maka manusia akan menginginkan lebih dan lebih lagi. Ini tidak akan berhenti, sehingga manusia akan terus merasa kekurangan. Kekuatiran akan hari esok muncul terus di pikiran.
Melalui kitab Matius 6:25-33 ini, Alkitab mengajak kita untuk melihat bahwa Tuhanlah yang memegang kendali atas seluruh bumi ini, bahkan seluruh alam semesta. Kalau burung di udara, bunga bakung dan rumput di ladang saja Tuhan pelihara, masakan Tuhan akan membiarkan manusia begitu saja?
Kekuatiran akan hari esok tidaklah menyelesaikan masalah kebutuhan kita. Ada hal yang harus kita utamakan di samping memikirkan segala kebutuhan kita. Bukan berarti kita bersikap tidak peduli dengan apa yang kita perlukan, tetapi Tuhan mengajarkan prioritas yang harus kita jalankan dalam kehidupan kita. Dengan begitu segala kebutuhan kitapun akan terpenuhi.
Apa yang harus kita lakukan agar kita dapat kebutuhan kita dapat tercukupi?
· Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya
Kerajaan Allah bercerita mengenai kasih Allah yang tercurah melalui anakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk menebus setiap dosa manusia sehingga manusia dapat memperoleh hidup yang kekal dan memperoleh tempat bersama-sama dengan Bapa di sorga. Untuk dapat menemukan Kerajaan Allah tentunya dilakukan dengan membina persekutuan dengan Tuhan. Membaca firmanNya, merenungkan dan melakukan setiap firmanNya, berdoa, mengikuti ibadah / kebaktian merupakan cara-cara bagi kita untuk dapat menemukan Kerajaan Allah dan kebenarannya.
Alkitab menyebutkan bahwa kita harus mencari “dahulu”, ini dimaksudkan bahwa ada prioritas disamping hal-hal lainnya yang tentunya tetap harus kita kerjakan. Berdoa setiap pagi, sebelum memulai segala aktifitas harian kita. Meminta tuntunan Tuhan melalui pembacaan firmanNya. Hal-hal ini harus menjadi prioritas bagi hidup kita.
Maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu
“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” Ams 1:7. Membina persekutuan dengan Tuhan melalui doa dan pembacaan firmanNya akan memberikan kita hikmat dalam menjalani pekerjaan kita. Sehingga setiap apapun yang kita kerjakan menjadi berhasil (Neh 2:20). Apapun yang kita kerjakan diberkati oleh Tuhan, sehingga setiap apapun yang kita butuhkan dapat terpenuhi. Bahkan Tuhan bekerja secara supranatural, manusia seringkali tidak memahaminya (Pkh 3:11). Kita harus selalu memulai sesuatu dengan mengandalkan Tuhan. Tuhan akan membuka pintu-pintu berkat bagi segala kebutuhan kita. Dia adalah Jehova Jireh, Allah yang mencukupkan.
“Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” Fil 4:19
Ketika kita mengutamakan Tuhan di atas segalanya, maka Dia menyediakan segala yang kita perlukan. Ketika kita mengejar berkat, maka kita akan kehilangan Dia, kita kehilangan damai sejahtera. Tetapi biarlah kita mengejar Dia yang empunya segala berkat yang ada di alam semesta ini, maka semuanya itu akan ditambahkan bagi kita.